Menjadikan Bahasa Arab salah satu bahasa komunikasi sivitas akademika Universitas Islam Malang merupakan salah satu visi Pusat Pengembangan Bahasa Arab LPBA-BIPA Unisma.
Pada bulan Juli dan Agustus 2025 Lembaga Pengembangan Bahasa Asing dan BIPA Unisma melaksanakan pelatihan Bahasa Arab untuk dosen dan tenaga kependidikan di Fakultas Peternakan.
Pertemuan 1
Pada Rabu, 23 Juli 2025 tim pengajar Yaumul Araby mendatangi Ruang Teleconference Fakultas Peternakan untuk memberikan pelatihan Bahasa Arab.
Adapun tutor yang dimaksud adalah Dr. Nur Hasan, M.Ed. selaku Kepala Pusat Pengembangan Bahasa Arab yang merupakan koordinator tutor.
Ditemani oleh dua tutor yang merupakan dosen Pendidikan Bahasa Arab Mustaufir, M.Pd. dan Thoriq Al-Anshori, M.Pd.
Materi Pertemuan Pertama
Pertemuan awal diisi dengan ungkapan sapaan, memperkenalkan diri, memperkenalkan orang lain, serta mengenal kata kerja.
Untuk melatih peserta lebih menguasai materi peserta diminta mempraktekkan berbicara dari masing-masing sub-topik hari ini.
Pertemuan 2
Dalam pertemuan kedua yang dilaksanakan pada Rabu, 30 Juli 2025 materi yang dipilih adalah tentang mengenal kata kerja dan percakap-cakap di perpustakaan dalam Bahasa Arab.
Selanjutnya peserta diberkan latihan dengan kuis-kuis yang disediakan tutor berupa pertanyaan yang dikaitkan dengan kegiatan sehari-hari.
Selain itu, peserta diminta praktik berdialog dari percakapan yang disediakan oleh pengajar.
Pertemuan 3
Pertemuan ketiga, yang dilaksanakan pada 06 Agustus 2025 mengajak peserta belajar tentang percakapan yang berhubungan dengan peternakan, mengenal keterangan tempat, mengenal waktu dalam Bahasa Arab.
Selain itu peserta diajak melantunkan lagu berbahasa Arab.
Pertemuan 4
Yaumul Arabu pertemuan keempat mempelajari tentang memperkenalkan keluarga serta beberapa ungkapan dalam Bahasa Arab.
Pendapat Peserta terkait Kegiatan
Harapannya seluruh sivitas akademika Unisma dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik karena program ini sangat bermanfaat, menyenangkan, dan mudah untuk dipahami.
Tutor-tutor yang dipilih juga kompeten di bidangnya, terbukti dengan peserta yang antusias mengikuti Yaumul Araby dengan baik meskipun belum familiar dengan Bahasa Arab

